Di dalam masyarakat ada beberapa pandangan yang beredar tentang ibadah haji dan umroh yang perlu diluruskan. Pandangan -pandangan tersebut yang menyebabkan akhirnya orang enggan atau menunda untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh. Seharusnya dikerjakan lebih cepat adalah lebih baik, bukan malah menundanya. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu abbas r.a, Rasululloh bersabda:
"Barang siapa yang sudah seharusnya pergi haji maka percepatlah" (HR Abu Dawud, Attarghib)
Berikut ini beberapa pandangan salah atau persepsi yang perlu diluruskan:
1. Belum ada panggilan untuk haji dan umroh
Banyak orang yang merasa belum terpanggil untuk ke Baitullah... Sesungguhnya semua orang telah dipanggil untuk datang ke Baitullah. Panggilan untuk ziarah ke Baitullah sudah dikumandang sejak jaman nabi Ibrahim ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun kembali Ka'bah. Setelah jadi, maka Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar datang berkunjung ke Baitullah.
"Dan serulah manusia untuk berhaji, mereka datang kepadamu dengan berjalan dan berkendaraan unta yang telah kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh"
(Qs Al Hajj:27)
Oleh karena itu orang yang berangkat haji dan umroh dianjurkan banyak mengucapkan talbiyah yang bunyinya :
Labbaika allohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. innal hamda wan ni”mata laka wal mulka laa syariilak.
artinya:
Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Alloh, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi pangilan-Mu. Sesungguhnya segala puji nikmat, dan segenap kekusaan adalah Milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.
Talbiyah tersebut sebenarnya adalah jawaban dari seruan Nabi Ibrahim di atas.
2. Masih terlalu muda untuk melakukan haji dan umroh
Banyak lho, yang menganggap bahwa ibadah haji atau umroh itu nanti saja jika sudah tua atau sudah pensiun.... Ibadah haji dan umroh sebenarnya sebuah ibadah yang lumayan berat, yang membutuhkan fisik dan mental yang bagus. Oleh karena itu, selagi muda justru sebaliknya sudah pernah haji atau minimal sudah pernah umroh. Kalau kita ketika muda sudah berhaji atau umroh maka ketika melakukannya kita bisa berkhidmat membantu jamaah yang sudah tua untuk melaksanakan ibadahnya di tanah suci. Ketika kita melaksanakan ibadah haji atau umroh maka nantinya kita akan dapati sebagian besar jamaah adalah orang yang berusia lanjut. Nabi saw bersabda:
"Jihadnya orang yang sudah tua, lemah, dan wanita adalah haji dan umroh"
(HR Nasai, Targhib)
Dengan begitu kita akan mendapatkan pahala ganda atas ibadah kita sendiri dan juga atas membantu ibadah orang lain.
3. Masih merasa banyak dosa
Ada juga manusia yang enggan untuk ke Baitullah karena masih banyak dosa.... Memangnya ada manusia yang nggak punya dosa? Justru dengan melakukan Ibadah haji dan umroh ke Baitullah akan menghapuskan dosa yang kita perbuat. Sebanyak apapun dosa yang kita lakukan walaupun sebanyak buih di lautan kalau kita mau bertobat apalagi mengiringinya dengan ibadah yang mulia di tanah suci maka insya Alloh akan menghapus dosa yang kita lakukan. Bahkan walaupun kita berangkat ziarah ke tanah sucipun sebelumnya tidak ada perasaan apa-apa maka kalau kita melihat ka'bah dan melihat suasana yang ada di sana maka hati kita pasti ingin menangis dan menyadari dosa-dosa yang kita lakukan. Dan bila Allah menerima haji atau umroh kita maka tidak ada balasan yang lain selain surga sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasululloh saw bersabda:
"Tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga" (Mustafaq alaih, misykat)
4. Haji dan umroh yang mabrur bukan haji wisata
Banyak yang saat haji atau umroh menunjukkan bahkan meng-upload foto saat berada di tanah suci melalui social media, Ada yang mejeng di depan hotel bintang lima, foto selfie dengan background Ka'bah atau Masjid Nabawi.
Demikian juga banyak biro perjalanan haji dan umroh yang menawarkan keunggulan bironya dengan misalnya mencantumkan fasilitas hotel bintang lima, menawarkan nikmatnya menu masakan ala Indonesia saat di tanah suci, kemudahan transportasi, akomadasi dan konsumsi saat berhaji di tanah suci.
Inilah sebenarnya tantangan terbesar dalam melaksanakan haji dan umroh, bukan cuaca di Arab Saudi yang ekstreem, bukan pula perbedaan budaya dan bahasa tetapi menjaga substansi haji dan umroh untuk beribadah semata-mata hanya kepada Alloh swt.
Dalam surah AlBaqarah (2) ayat 196 Alloh swt berfirman:
Wa atimmu hajja wal umrata lilaah
artinya:
"Dan sempurnakanlah haji dan umroh(mu) karena Alloh semata."
Itu pentingnya kita selalu meluruskan niat di awal, ketika dalam perjalan haji dan umroh, bahkan sepulang dari tanah sucipun tetap menjaga niat.
5. Ibadah haji dan umroh akan mengurangi Kekayaan
Nah... ini juga sering terlintas dibenak masyarakat... Banyak yang merasa bahwa biaya untuk haji dan umroh lebih baik dipergunakan untuk yang lain karena merasa masih banyak keperluan yang lebih penting.
Sesungguhnya apa yang kita keluarkan untuk haji dan umroh adalah termasuk sedekah yang Allah akan menggantinya dengan berlipat ganda. Dalam Alquran Alloh swt berfirman:
"Barang apa saja yang nafkahkan Alloh akan menggantinya dan Dialah pemberi rezki yang sebaik-baiknya" (Qs 34:39)
Di sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Masud ra, Rasululloh saw bersabda:
"Kerjakanlah ibadah Haji dan umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana api pandai besi menghilangkan karat pada besi dan menghilangkan kotoran pada emas dan perak". (Hr Tirmidzi, Nasai, Misykat)
6. Menunggu “mampu” dulu baru berangkat Haji dan umroh
Soal "mampu" ini memang disebut secara khusus di dalam Alquran tentang kewajiban haji, sebagaimana yang tercantum dalam ayat berikut ini:
"Dan Alloh mewajibkan haji ke baitulloh bagi orang yang mampu melakukannya" (Qs: 3:97)
Banyak orang beranggapan bahwa yang di maksud mampu disini adalah kaya. Jadi harus kaya dulu baru wajib berhaji. Padahal sebenarnya ibadah haji dan umroh adalah ibadah yang bisa direncanakan. Apalagi dengan adanya daftar tunggu haji yang lumanyan lama sekitar 15 tahun dari sekarang sebenarnya adalah kesempatan kita mempersiapkan diri baik berupa tabungan maupun memperbaiki amalan kita.
Terlebih lagi, sebetulnya Allah bukan memanggil orang yang mampu, tetapi memampukan orang yang terpanggil.....
7. Saya ingin berumroh, tapi belum siap menjadi baik sepulang dari Haji dan Umroh
Banyak orang yang sebenarnya mempunyai kemampuan finansial untuk berangkat Haji dan Umroh, tetapi belum melakukannya dengan alasan belum siap untuk menjadi "BAIK" sepulang Haji dan Umroh, jika wanita belum siap menutup aurat/berhijab sepulang dari umroh. Padahal perintah untuk melaksanakan umroh dan kewajiban menutup aurat adalah suatu hal yang berlainan.
Tentunya kita semua berharap semakin lama semakin mampu melaksanakan perintah Allah. Dan supaya semakin mampu mengerjakan perintah Allah caranya adalah dengan mengerjakan amalan yang lebih utama terlebih dahulu. Sebagaimana induk ayam dan anak ayam, kalau kita menangkap induk ayamnya maka semua anaknya pasti akan ikut dengan kita. Kalau kita mampu mengerjakan amalan yang utama, maka Insya Alloh kita akan dimudahkan dalam mengamalkan amalan yang lain. Dan haji dan umroh adalah termasuk amalan yang utama sebagaimana hadist, Nabi saw bersabda:
"Amal yang paling utama adalah haji yang mabrur atau umroh yang mabrur" (Hr Ahmad, Thabrani)
8. Saya ingin haji, tapi lama banget ya?, kalau umrah…umroh kan cuma sunnah?
Mengenai hukum ibadah haji, ulama sepakat menghukumi dengan hukum wajib. Sedangkan mengenai ibadah umroh ada yang menghukumi wajib ada yang sunah. Ulama yang menghukumi wajib adalah Imam Syafiie dan Imam Ahmad, sedangkan yang menghukumi sunah adalah Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar penduduk Indonesia bermadzab Syafiie.
Intinya memang bila merasa sudah terlalu tua dan merasa nantinya dari segi usia belum sampai ke sana maka, kita masih berkesempatan untuk ziarah ke tanah suci dengan menjalankan ibadah umrah.
Intinya memang bila merasa sudah terlalu tua dan merasa nantinya dari segi usia belum sampai ke sana maka, kita masih berkesempatan untuk ziarah ke tanah suci dengan menjalankan ibadah umrah.
Sekarang segala sesuatunya kembali kepada kita, apakah kita masih memiliki hambatan dalam beribadah haji dan Umroh?
Bagaimana dengan ANDA?
Info lebih lanjut hubungi :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan bertanya atau Komentar di sini yaa